Menyerap Inspirasi dari Tunas-tunas Muda Indonesia

Pertama kali tertarik untuk membeli buku yang ditulis Mappesangka Mustafa & Hendi Suaeb ini ketika saya melihat postingan instagram kang Panji Aziz Pratama. Ia merupakan founder Istana Belajar Anak Banten. Sebelumnya saya pernah mengikuti sebuah sharing yang alumnus Program Studi Kesejahteraan Sosial UNPAD angkatan 2012 ini sebagai salah satu speaker nya. Lalu saya tertarik untuk membaca profil kang Panji di buku bercover warna putih tersebut.

Beberapa kali saya seakan dipanggil oleh sebuah buku agar membeli dan membacanya dengan segera. Dari beberapa buku itu, buku ini pun menjadi salah satu buku yang menarik saya agar bisa segera dipinang dari toko buku dan membacanya hingga habis.

Belakangan, saya memang mendapatkan inspirasi yang tak sedikit dari buku ini. Selain menemukan poin inspirasi dari sekilas perjalanan singkat seorang Panji Aziz dengan gerakan pendidikan yang digagasnya di Banten, saya pun mendapat banyak sumber penggerak lain dari profil dan spirit yang didapat dari anak-anak muda Indonesia lainnya.

Tidak salah rasanya memasukkan buku ini dalam daftar deretan buku yang harus dibeli dan dibaca. Bahasa yang digunakan sangat ringan sehingga memungkinkan untuk dibaca dalam waktu yang singkat. Sangat cocok dijadikan teman duduk atau bepergian sebagai penghilang rasa bosan.

Inspirasi karya anak-anak muda Indonesia di dalam buku ini menunjukkan kepantasan kita untuk berbangga menjadi bagian darinya. Bukannya berpikir untuk menjadi bagian dari orang-orang yang tiap hari melayangkan caci kepada Indonesia, lewat membaca buku ini kita akan disadarkan ternyata masih banyak tunas-tunas muda Indonesia yang kelak bisa diandalkan.

Motivasi dari penulis berkaitan dengan penyusunan buku ini pun yaitu semangat untuk mengabarkan kepada kita bahwa Indonesia memang layak dibanggakan. “Tiada lain tujuan kami menampilkan kisah 101 anak bangsa yang berprestasi ini adalah sebagai upaya kecil kami untuk terus menyuarakan atau mungkin lebih tepatnya meneriakkan bahwa “Indonesia masih ada!” Indonesia masih memiliki ribuan atau bahkan jutaan anak muda yang berprestasi dalam berbagai bidang, dan merekalah para pemimpin masa depan Indonesia” (halaman 16).

Saya sendiri berkali-kali tertampar saat sampai di profil generasi muda yang di usia bahkan di bawah saya ternyata sudah berbuat banyak bagi bangsanya lewat berbagai penghargaan di kancah nasional maupun internasional.

Saya betul-betul merasa sangat inferior dari mereka yang telah menyumbangkan wangi semerbak bagi Indonesia. Sementara saya? Butuh upaya maksimal untuk turut serta pula memberi meski hanya setitik wangi itu. Jalan panjang masih harus ditempuhi. Saya baru di tahap persiapan hendak berjalan, sementara mereka sudah berada di jarak yang jauh.

Sebut saja ada Arif Setiawan yang memperoleh gelar doktor dari Universitas of Tokushima, Jepang yang berarti pula ia dinobatkan sebagai doktor termuda di Indonesia. Dari bidang penemuan ada Dewi Ratih Ayu Daning yang mengubah ampas teh hitam sebagai agen defaunasi untuk mengurangi gas metana yang terkandung dalam kotoran sapi, kerbau, dan kambing. Di mana polutan yang dihasilkan dari kotoran itu memang menyumbang sekian persen bagi rusaknya lapisan ozon.

Dari bidang olahraga catur ada Media Warda Aulia yang mendapat gelar grand master catur perempuan termuda di Indonesia pada usia 16 tahun 2 bulan. Ada pula Muhammad Alfatih Timur (co-founder Kitabisa.com) yang menjadi orang penting di balik website patungan nasional ini. Lewat Kitabisa.com banyak sekali pihak yang terbantu karena mendapatkan dana bantuan dengan waktu relatif singkat. Ini pula yang membawanya diganjar sebagai salah satu dari 30 anak muda berprestasi dan berpengaruh versi Forbes Asia. Dan profil anak-anak muda lain dengan pencapaian di bidang yang ditekuninya masing-masing seperti seni, entrepreneur, riset, pengabdian, dan lain-lain.

Belilah buku ini di toko buku terdekat atau bisa juga via online lalu baca sembari juga resapi dengan penuh kekhusyukan. Saya merekomendasikan karena memang mendapatkan manfaat yang sungguh banyak dari buku ini. Terakhir, selamat menyelami hal-hal inspiratif dan bersiaplah tercengang serta persiapkan diri anda juga untuk menjadi pribadi yang penuh karya serta bermanfaat.

Muhammad Irfan Ilmy | Bandung, 23 Agustus 2017

Menyerap Inspirasi dari Tunas-tunas Muda Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s