Pentingnya Berkomunitas dalam Menulis

tumblr_inline_ouual4ywaw1t773pi_400

Seberapa penting menulis secara bersama-sama? Menurut saya yang tipikal cukup tergantung sama lingkungan sekitar, hal ini dirasa utama bahkan tak berlebihan bila disebut banget kadar pentingnya.

Siapa pun sebenarnya mampu menulis bagus, dengan atau tanpa mengikuti sebuah komunitas menulis.Toh di luaran sana banyak kok penulis besar yang karya-karyanya masih hidup hingga kini yang menekuni menulis seorang diri tanpa sering berinteraksi dengan sesama teman penulis lainnya. Ah, itu soal selera dan pandangan pribadi melihatnya seperti apa.

Untuk zaman sekarang yang gairah belajarnya (mungkin) tak segigih era dulu karena faktor-faktor di sekelilingnya, saya pribadi memandang perlu untuk berhimpun dalam satu komunitas atau perkumpulan tertentu dalam rangka saling belajar serta berbagi inspirasi dan informasi. 

Tentu maksud saya komunitas menulis. Karena jurnal ini pun sedang menyoroti tradisi tulis-menulis. Bukan membahas seputar dunia reftil atau bidang otomotif. Teman-teman boleh beda pendapat dengan saya soal ini.

Saya menemukan beberapa manfaat dari bergabung dengan komunitas menulis, di antaranya:

  1. Tahu lebih cepat dan relatif banyak tentang seputar dunia kepenulisan
  2. Memiliki sasaran yang jelas sebagai market bagi tulisan kita
  3. Punya atmosfer yang positif untuk terus menulis bahkan saat semangat melakukannya sedang di bawah dan lemah
  4. Punya peluang berlebih untuk berkolaborasi menghasilkan karya tulisan yang menarik (buku, antologi, dll)

Di Bandung sendiri bisa dipertimbangkan untuk mengikuti komunitas kepenulisan berikut: Forum Lingkar Pena Bandung, Komunitas Aleut, Unit Aksara Salman ITB, Biblio Forum, dan lainnya. Selain Aleut, saya pernah dan sedang bergiat di komunitas literasi tersebut.

Nah, yang lainnya ini saya masih bingung juga sebenarnya. Referensi saya masih terbatas. Silakan bisa teman-teman tambahkan sendiri di kolom komentar!

Muhammad Irfan Ilmy | Bandung, 18 Agustus 2017

Sumber gambar: FB Komunitas Kampus Fiksi Diva Press

Saya juga alumnus Kampus Fiksi non fiksi ke-2.

Advertisements
Pentingnya Berkomunitas dalam Menulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s