Yang (Tidak) Membaca Buku

tumblr_inline_otxsrlhxd71t773pi_500

Orang yang banyak membaca buku, saat pertama kali dia menulis, hampir pasti tulisannya tidak akan jelek-jelek amat. Itu kurang lebih satu penekanan yang coba diyakinkan seorang Zen RS. saat pelatihan menulis dari Qureta (yang berlangsung dari Sabtu sore sampai Minggu siang). Sebenarnya ini rangkaian kegiatan yang dimulai dari hari Jum’at tanggal 28 Juli lalu, tapi itu fokus ke workshop tentang terorisme dan hak azasi manusia.

Orang-orang yang suka membaca punya keistimewaan itu. Hal yang sangat saya sesali. Ghirah membaca saya sangat rendah. Tidak semilitan beberapa teman saya dan penulis-penulis besar yang saya temui baik secara langsung atau hanya membaca profil singkatnya di dunia maya. Salah satu penulis yang belakangan ini mulai saya kagumi saat proses berdarah-darahnya berproses bahkan sempat membaca sekitar 3 buku perminggu sekaligus meresensinya. Berarti selama setahun dia berhasil membaca dan meresensi sekitar 150-an buku. Kekuatan yang tak bisa dibilang remeh.

Akibat kekurangan itu, wajar bila saat menulis saya mengalami banyak kebuntuan dan rentan tergoda untuk menghentikan proses penuangan gagasan ke tulisan. Ya, wong menulis itu pertaruhan  skill mentransfer sesuatu yang ada di dalam kepala ke bentuk yang bisa orang-orang lain baca. Kalau pikirannya kosong melompong seperti rumah siput yang ditinggal pemiliknya, apa yang bisa dipindahkanmediakan? Kebohongan-kebohongan atau hal basi yang itu-itu saja?

Kesimpulannya, writers block yang sering orang-orang dengung-dengungkan hanyalah alibi atas rasa malasnya ia membaca sehingga ia kehabisan bahan untuk menulis.

Bila Anda percaya dengan mitos writers block ini dan sering mengalaminya, berarti Anda tergolong orang-orang yang kurang piknik menjelajahi informasi di buku-buku tebal karya penulis-penulis terkenal. Tak akan ada akibat jika sebabnya tiada. Saya pun termasuk ke dalam golongan orang-orang yang tersesat itu. Mesti kembali ke jalan yang lurus.

Muhammad Irfan Ilmy | Bandung, 31 Juli 2017

sumber gambar: Merdeka.com

Advertisements
Yang (Tidak) Membaca Buku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s