Ramadhan #20: Mau Dikenang seperti Apa?

Sesungguhnya ingatan seseorang akan sikap orang lain yang ditemuinya, entah kawan, bukan teman tapi pernah bermuamalah, hingga seseorang yang dianggap memiliki kedudukan istimewa akan kuat tinggal dalam benak. Kebaikan-kebaikan yang dilakukan dengan tanpa mengharap imbalan, pertolongan di saat keadaan sedang sangat terdesak, atau sebaliknya perlakuan tak menyenangkan yang justru didapat akan mendapat respon berupa dikenang dalam waktu yang sangat panjang.

Saya tak sedikit mengenang perlakuan seseorang yang membuat saya muak. Sulitnya bukan main untuk membuat keadaan normal seperti semula. Mungkin benar, perasaan manusia serupa barang pecah belah. Di mana ketika hati sebagai tempat perasaan bersemayam terluka, maka tak mudah mengembalikan ke posisi sebelumnya. Walau secara ideal harusnya saya mampu memaafkan kesalahan yang bersangkutan dan membalasnya dengan kebaikan.

Dalam praktiknya, saya kira tak pernah sederhana. Banyak orang juga sepertinya mengalami apa yang saya rasakan. Memaafkan butuh energi super besar. Energi untuk melupakan kesalahan sepenuhnya, karena indikator maaf sudah diberikan adalah tak lagi mengungkit kesalahan yang sudah lampau. Energi juga diperlukan untuk menciptakan perdamaian atas masa lalu yang sangat pahit itu dan menggantinya dengan kondisi baru berupa membalasnya dengan hal-hal baik.

Saya sangat salut kepada orang-orang yang sudah sampai di maqam mudah memaafkan kesalahan orang lain. Saya juga tengah berupaya berjalan menggapai maqam itu meski banyak rintangannya.

Saya pun tak jarang menemui seseorang yang kebaikannya bejibun dan tak tanggung-tanggung diberikannya pada orang lain. Saya termasuk salah satu orang lain itu. Kalau hati diumpamakan terbuat dari emas, hati orang tersebut tersusun dari emas berapa karat yah? Pastinya dari emas dengan kadar karat paling tinggi sebagai reprensentasi dari kualitas paling baik.

Contoh konkret dari kebaikan yang tak tanggung-tanggung diberikan adalah ketika ia menolong teman atau seseorang yang ditemuinya, ia tak berpikir panjang dulu, ia menolong karena memang ia suka menolong. Menolong sudah menjadi akhlaknya di mana spontanitas menjadi ciri khas dari akhlak itu sendiri, tanpa banyak pertimbangan sehingga tak ada celah untuk rasa ragu singgah.

Seseorang bisa memilih dikenang sebagai sosok yang arogan, egois, cuek, mendominasi, gemar menyakiti hati, suka membunuh karakter orang, gampang naik pitam dan berbagai sifat yang mengjengkelkan lainnya. Namun ia pun bisa pula memilih menjadi pribadi yang ramah, sopan, suka menolong, suka menjaga perasaan orang lain, juga sifat baik yang jumlahnya sangat banyak itu.

Berbagai sifat-sifat baik maupun buruk diciptakan agar manusia mampu memilah dan memilih mana yang layak diambil dan mana yang harus ditinggalkan serta dibuang. Bukankah manusia dititipi akal untuk berpikir, hati untuk merasa sehingga seharusnya ia bisa membedakan mana yang hak dan mana yang batil. Suka menyakiti hari orang lain jelas-jelas semua juga sepakat kalau itu perbuatan yang buruk. Sudah semestinya dihindari.

Kita mau dikenang sebagai orang yang seperti apa? Silakan memilih dari sekarang! Karena karakter itu dibangun dalam durasi waktu yang sangat lama. Tak bisa berubah dalam masa yang singkat. Melainkan membutuhkan banyak suplai tenaga untuk bisa tumbuh dan menyatu dalam setiap gerak-gerik kebiasaan kita.

Muhammad Irfan Ilmy | Bandung, 15 Juni 2017/ 20 Ramadhan 1438 H

sumber gambar: Emaze.com


Tulisan ini selesai ditulis malam kemarin. Tapi entah kenapa laptop saya jadi sangat lemot dan sulit untuk menghubungkannya dengan jaringan internet. Dan alhamdulillah sekarang sudah bisa disambungkan. 

Advertisements
Ramadhan #20: Mau Dikenang seperti Apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s