Ramadhan 17: Cerita Memperpanjang Masa Berlaku STNK

tumblr_inline_orhsiqchmy1t773pi_500

Saya sengaja pulang ke Tasik hari Sabtu kemarin karena mau memperpanjang masa berlaku STNK. Sebenarnya hoream juga karena prosesnya pasti bakal tidak mudah. Saya buktikan sendiri, ternyata memang tak mudah. Yang tidak mudahnya adalah harus menunggu berjam-jam lamanya. Dan bagi saya, menunggu tak pernah mudah.

Hari ini (ketika tulisan ini mulai ditulis) saya ditemani Mamang pergi ke Samsat Kab. Tasikmalaya. Jaraknya cukup jauh dari rumah. Butuh kira-kira waktu tempuh selama 2 jam pakai motor. Ini kali pertama saya mengurusi STNk yang akan habis masa berlakunya tanggal 18 Juni nanti. Diurusi dari sekarang karena nanti pasti akan lebih ngantri lagi ditambah mau cuti idul fitri, pastinya jadi bahan pertimbangan saya untuk tak menanti-nanti lagi proses pengurusannya.

Opsi lain sebenarnya saya pulang mendekati tanggal masa habisnya biar enggak ke Bandung lagi, tapi khawatir prosesnya berhari-hari dan keburu Samsatnya libur. Didenda kan celaka. Jadi pulang dulu saja spesial ngurusin STNK. Nanti kalau diizinkan orang tua, tinggal ke Bandung lagi meskipun ribet. Tak apa.

Prosesnya sebenarnya tak terlalu membingungkan karena ada arahan dari para petugasnya. Hanya saja kita harus sabar, dari bagian ini lalu ke bagian itu dan seterusnya. Saya yang pertama ke menyerakan foto kopi KTP dan STNK ke bagian pajak progresif, ternyata ada bagian yang terlewat. Harusnya tahap awal ke bagian cek fisik.

Di bagian itu saya diberi 2 kertas stiker kosong untuk kemudian diminta menggosok nomor mesin dan nomor rangka di kertas yang disediakan itu. Saya pun diminta biaya administasi sebesar 25.000 di bagian ini. Untuk menggosok nomor rangka dan mesin katanya di tempat parkir ada petugasnya. Dikira teh gimana, ternyata hanya tinggal mengarsir bagian kertas yang dibawahnya ada nomor seri yang timbul menggunakan pensil. Tahu gitu, saya bawa pensil sendiri. Di bagian ini pun kita secara sukarela memberi uang buat sang penggosok nomor. Ternyata apa pun bisa jadi jalan sumber rezeki.

Setelah dari bagian tersebut saya diberi beberapa lembar data untuk selanjutnya harus diserahkan ke bagian pendaftaran. Ternyata di sana pun saya diberi tambahan form yang harus diisi. Sekilas memang terlihat rumit, setelah diisi ternyata tinggal memindahkan data dari STNK sebelumnya seperti nomor mesin, nomor rangka, jenis kendaraan, nama pemiliki, tahun pembuatan dan lain-lain.

tumblr_inline_orhskz901g1t773pi_500

Orang-orang yang sedang menunggu pengurusan STNK, pajak tahunan, dll.

Di bagian ini pak polisi sempat wanti-wanti kalau isiannya cukup banyak sembari menawarkan jasa. “mau diisi sendiri?” katanya dengan nada yang menekankan kalau prosesnya sukar. Saya bilang, “iya pak, sendiri saja.” Mungkin mengisi form pun bisa dijadikan sumber penghasilan meskipun sedikit. Tapi kalau sehari bisa sekian puluh bahkan ratus orang, kan lumayan.

Lalu saya pun diminta untuk membeli materai untuk ditaruh di bagian isian pemohon untuk selanjutnya ditandatangani. Harga materai yang biasanya 6-7 rb ternyata di fotokopian SAMSAT bisa sampai 10 ribu. Untung besar nih si bapak. Makanya bagi siapa pun yang mau memperpanjang STNK, foto kopi saja ditempat biasa sepaket beli materainya. Lumayan bisa menghemat. Kecuali dalam waktu 5 tahun sekali mau sedekah ke tukang foto kopi.

Setelah itu, berkas kembali diberikan ke bagian pendaftaran. Proses dari awal daftar sampai ke pendaftaran harus saya habiskan dari jam 10-an sampai sebelum zuhur. Saya harus menunggu lagi untuk menerima STNK baru. Padahal, setelah shalat zuhur, saya ada di posisi teratas. Ah, kenapa tak langsung diberikan sih? Oh iya, kemarin saya mengeluarkan uang sebesar 373.000. Biaya ini sudah includesama biaya pajak tahunan, administrasi STNK, dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).

Ada beberapa hal yang bikin saya kesal sih sebenarnya. Tapi jangan dituliskan deh. Takut euy. Silakan coba datang sendiri saja kalau STNK motor sama mobil kalian habis. Mudah-mudah tak usah merasakan apa yang saya dan juga beberapa pendaftar lainnya rasakan. Di SAMSAT juga banyak banget calo lho. Kalau lagi sibuk, dan sulit untuk memperpanjang sendiri, jasa mereka kayaknya bisa dicoba. Tapi saya mah enggak tertarik sama sekali. Entah berapa uang bayar jasa atas kerja mereka per satu STNK atau pajak tahunan nya atau urusan lain seperti BPKB?

tumblr_inline_orhsjkg9yi1t773pi_500

Ini tempat pembuatan TNKB. Tempatnya di SAMSAT KOTA Tasikmalaya.


Di jurnal ini saya enggak mau ngasih semacam pencerahan sih. Cuma penge cerita pengalaman memperpanjang masa berlakunya STNK saja. Mudah-mudahan memberi sedikit pencerahan bagi teman-teman yang STNK nya sebentar lagi mau sekarat. Kalau menemukan kejanggalan-kejanggalan jangan kaget yah, meskipun saya juga pertama kalinya kaget juga sih. He. Entahlah, hal-hal semacam itu mungkin sudah dianggap lumrah di berbagai instansi di negeri ini. Saya sih enggak suka. Sudah itu doang ceritanya. Maaf kalau enggak rame.

Maaf sekali saya bolong satu hari enggak posting jurnal. Kemarin malam sudah nulis sebenarnya meskipun baru beberapa paragraf. Tapi di rumah memang nihil koneksi internet untuk ngupload jurnalnya. Kalau mau buka tumblr lewat PC, saya harus ke kecamatan dengan waktu tempuh sekitar 10-15 menitan dan jalannya rusak pisan. Sementara saya baru mulai nulis menjelang sore, dan itu baru pulang dari memperpanjang STNK. Ah, ya sudahlah saya jadi absen posting jurnal. Tapi saya bayar kok hari ini.

Muhammad Irfan Ilmy | Tasikmalaya & Bandung, 12-13 Juni 2017/ 17 Ramadhan 1438 H

Advertisements
Ramadhan 17: Cerita Memperpanjang Masa Berlaku STNK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s