Pasangan yang Kompak Berbisnis

1916530_102749489749349_4752988_n.jpg

Memutuskan hidup bersama dan saling mendukung dalam menjalani hobi sekaligus menjadi sumber penghasilan nampaknya jadi mimpi banyak orang. Akan sangat banyak keuntungan yang didapatkan dari koloborasi bukan hanya di hati saja ini, namun kolaborasi dalam kerja yang selanjutnya dapat memberdayakan orang-orang di sekitar.

Salah satu pasangan yang mempraktikan kolaborasi jenis ini dan dinilai berhasil adalah pasangan Naya Kumara dan Astri Ade. Saya mengetahuinya dari talkshow Michael Tjandra luar biasa malam ini (Pukul 22.00 sd selesai) sesi pertama. Acara ini mulai saya favoritkan karena menyajikan inspirasi-inspirasi yang menggugah semangat untuk menjalani hidup berorientasi pada karya dan memberi manfaat. Bisa teman-teman tonton juga bagi yang ada tv di rumah atau di kosannya.

Keduanya fokus dalam berbisnis dengan menggunakan brand sendiri yang berfokus pada pakaian. Awalnya sih aksesoris, namun lama kelamaan jadi merambah juga ke bidang apparel. Brandnya bernama Kidnapped Ally. Mulanya ada keinginan dari keduanya untuk mencari penghasilan seperti kebanyakan orang dengan melamar kerja, namun itu dirasa bukan mereka banget. Dan jawabannya adalah dengan membuka usaha sendiri.

Dengan seperti itu, selain mandiri secara finansial (meskipun harus melalui proses panjang) juga akan memberdayakan orang-orang di sekitar tempat tinggal. Memberikan dampak dengan menyediakan lapangan pekerjaan bagi yang membutuhkan saya kira harus menjadi salah satu dari orientasi berbisnis, jangan hanya fokus pada orientasi keuntungan bagi saku pribadi saja. Dua jempol buat mas Naya dan mba Astri, juga bagi pasangan yang berfokus pada bidang bisnis ini.

Pasangan yang menikah pada 2011 ini kini mulai bisa memetik buah dari perjuangannya. Dari yang dulu di awal-awal hanya menggunakan motor untuk keperluan operasional bisnis, kini mobil sudah punya. Bahkan ketika bung Michael bertanya tentang kisaran penghasilannya perbulan, 100 juta mah dapat perbulan (itu penghasilan kotor sepertinya).

Penghasilannya meningkat mencapai 2 kali lipat ketika hari raya. Padahal bisnis ini awalnya hanya bermodalkan 500 ribu saja. Jangkauan pemasarannya pun sudah menjangkau Aceh hingga Papua. Untuk luar negeri, sudah mengekspor ke Australia dan negara-negara di wilayah regional Asia.

Dari sini kita bisa belajar bahwa istiqomah dan pantang menyerah akan selalu membawa pelakunya pada sukses-sukses yang berlimpah. Sukses merupakan barang mahal dan harus dibeli dengan kerja keras dan totalitas.

Terlihat seperti pasti sibuk kan yah pengusaha dengan omset sekian ratus juta itu. Lalu bagaimana cara keduanya menyeimbangkan diri dalam mengurusi keluarga? Ya, ini mah tergantung komitmen saja. Intinya berbisnis kan adalah jalan untuk membiayai keperluan berkeluarga, sementara berkeluarga merupakan tujuan utamanya.

Keduanya pun tak mengabaikannya sama sekali. Ada pembagian tugas dan tanggung jawab di sini. Urusan rumah tangga (anak-anak dan semacamnya) diurusi mba Astri. Sementara suami fokus mengurusi manajemen bisnis. Yang penting kompak dan saling percaya saja sih (kayak yang pernah ngalamin saja yah, he).

Muhammad Irfan Ilmy | Bandung, 22 Mei 2017

sumber gambar: FB Kidnapped Ally

Advertisements
Pasangan yang Kompak Berbisnis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s