Menjadi Saleh

100_5358.JPG

Suatu ketika salah satu ustaz bertanya mengenai pendapat saya atas pertanyaan tentang untuk apa belajar. Waktu itu sedang tidak mengaji. Kalau tak salah bakda asharan. Anak SMA yang sangat jarang baca seperti saya selain membaca apa yang ada di dirimu (eh) hanya menjawab dengan jawaban klasik dan terkesan cari aman. “Biar pintar,” kata saya sambil setengah ragu.

Lantas sang ustaz mengoreksi jawaban itu dengan membuat saya kembali berpikir. Lalu kalau sudah pintar mau apa? Oh iya, benar juga. Pikiran tunggal saya tentangnya seakan tanggal. Sedangkal itu pikiran saya tentang jawaban atas satu pertanyaan (meskipun soalnya sederhana). Ternyata menjawab pertanyaan pun butuh latihan. Jangan asal jeplak. Itu pelajaran yang baru bisa saya petik saat ini.

Jawaban yang diharapkan beliau bukan sesederhana agar bisa jadi orang pintar. Karena untuk apa pintar kalau kepintaran itu hanya untuk konsumsi diri sendiri, apalagi untuk memintari orang lain. Buat apa banyak ilmu tapi tak mengubah diri jadi orang yang peduli. Buat apa tahu segala sesuatu namun sombongnya enggak ketulungan. Padahal paham atas berbagai ilmu tujuannya untuk membuat kita jadi lebih bijak dari sebelumnya. Jadi orang yang rendah hati.

Mau tahu apa jawaban ustaz saya? Semoga mau. Jawabannya agar jadi orang yang saleh. Sederhana, iya so simpel. Pemaknaanya yang barangkali akan sangat mendalam. Saya sulit mengingat kembali mengapa itu menjadi alasan saya dan juga teman-teman (yang kebetulan ada di sana waktu pertanyaan itu dilontarkan) harus berlelah-lelah belajar, mencari ilmu tanpa merasa jemu. Yang jelas tentang saleh ini mengandung banyak kemungkinan-kemungkinan. Multiinterpretasi.

Waktu itu definisi saleh di kepala saya hanya sebatas orang-orang yang memakai atribut baju muslim sepaket dengan sarung dan peci serta rajin shalat berjama’ah di masjid. Ini untuk yang lelaki yah. Untuk perempuan silakan diatur-atur saja. Baca Alquran tak pernah mereka ketinggalan. Dzikirnya tak pernah absen. Dan berbagai amalan khas-khas masjid banget sebisa mungkin enggak boleh terlewat.

Saya tak mendiskreditkan orang-orang yang hubungan transendental ke Rabb-nya demikian kental dengan contoh amalan seperti yang saya sebutkan. Intinya ibadahnya fokus ke yang ritual saja. Namun saya menyayangkan saja kalau nilai-nilai ibadahnya hanya dipasang ketika hanya di masjid doang lalu dibongkar ketika berkegiatan sosial, berinteraksi dengan banyak orang. Tidak dihayati esensinya. Dalam kata lain nilai-nilainya tak terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari.

Mari kita definisikan saleh dengan sifat sungguh-sungguh menjalankan nilai-nilai agama, tanpa kecuali, tanpa tapi! Akhirnya terefleksikanlah ia dalam sikap hidup secara total. Maka pagar-pagar yang terdapat dalam agama akan membatasi tingkah lakunya sehingga yang dilakukan adalah hal-hal baik saja. Jangankan melakukan hal buruk, perkara yang baik pun masih belum bisa tertunaikan sepenuhnya.

Ini baru definisi saleh secara sederhana. Belum lagi apabila mengacu pada definisi-definisi serius yang termaktub dalam surat cinta-Nya. Belum lagi jika berpatokan pada pesan-pesan Rasul lewat sunnahnya. Belum lagi tatkala bersandar pada pemaknaan para ulama atas kata ini di kitab-kitab yang mereka karang. Maka orang-orang yang merenungi makna saleh ini tak akan neko-neko dalam hidup. Insya Allah lurus terus. Mampu mengendalikan hasrat-hasrat berlebih dalam dirinya.

Ah, ternyata pertanyaan untuk apa belajar beberapa tahun lalu memicu saya berpikir cukup panjang dan dalam. Mencari ilmu itu agar menjadi orang saleh. Agar Allah rida atas kita. Agar kita selamat.

Muhammad Irfan Ilmy | Bandung, 18 Mei 2017

Advertisements
Menjadi Saleh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s