Cerita Tentang Kecintaan Saya Pada Puisi

Saya biasanya menyampaikan ini kepada siapa saja yang bertanya tentang awal mula ketertarikan saya pada puisi. Sebab hal ini memang penting untuk saya sampaikan. Meskipun sebenarnya jarang juga ada yang bertanya kepada saya mengenai faktor-faktor yang melatarbelakangi minat saya pada puisi. Lagipula saya ini siapa di jagat perpuisian ini? Hanya anak kemarin pagi, eh sore, yang akhir-akhir ini sedang jatuh hati pada puisi. Saya ingin berbagi kisah kasmaran biasa saja ini kepada yang barangkali ingin tahu.

Akan tetapi bila ada yang mengikuti jurnal-jurnal saya di Tumblr (irfanilmy.tumblr.com) atau podcast saya, tentang hal ini sudah saya sampaikan lebih dari satu kali. Saya mulai mencintai puisi lantaran seorang kakak kelas di Madrasah Tsanawiyah sekitar 12 tahun lalu. Memori masa silam tersebut ternyata sangat ampuh untuk memberikan dorongan tak pernah surut agar saya terus berpuisi, mengakrabi diksi-diksi. Untunglah waktu itu saya mengikuti kekaguman pada sang kakak kelas yang punya buku catatan khusus berisi puisi-puisi dengan tanpa menunda-nunda juga untuk langsung membuatnya sendiri. Bila tidak seperti itu, sekarang mungkin saya tidak akan setertarik ini kepada puisi. Continue reading “Cerita Tentang Kecintaan Saya Pada Puisi”

Cerita Tentang Kecintaan Saya Pada Puisi

Meneladani Sikap Mencintai Ilmu dari Seorang Dosen Filsafat

Kata pak Syamsu menjelang Jumatan kemarin (28/12/18) ketika kuliah Filsafat Ilmu pertemuan terakhir bilang kalau filsafat itu kebingungan yang menyenangkan. Sama dengan menikah, katanya. Pernikahan itu sebuah penderitaan yang nyata. Tapi kalau sudah terlanjur menceburkan diri di dalamnya bakal terasa nikmat dan ketagihan, lanjut beliau.

Bagi bapak iya, lah bagi saya? Saya masih ada di titik bingungnya, menyenangkan dari mempelajarinya belum dirasakan. Jelas atuh. Baca buku-buku filsafatnya juga jarang. Kalau boleh jujur, baca 1 buku filsafat sampai selesai pun belum pernah. Ini merembet ke diskusi pastinya. Kalaupun berdiskusi, pasti banyak bengongnya dan enggak tuk-tek kayak permainan bulu tangkis itu. Banyak melesetnya. Dan skor saya terus-terusan 0. Menyedihkan. Continue reading “Meneladani Sikap Mencintai Ilmu dari Seorang Dosen Filsafat”

Meneladani Sikap Mencintai Ilmu dari Seorang Dosen Filsafat

Mengagumi-Nya

Orang-orang pada suka senja, tergugah pada sesuatu yang indah-indah, termasuk manusia berparas cantik dan ganteng. Orang-orang takjub pada pemandangan yang indah. Orang-orang menikmati pesona laut dan tempat-tempat yang memancarkan kenyamanan saat dipandang.

Saya suka senja, saya cenderung pada perempuan yang cantik, saya amat betah menyaksikan deburan ombak di laut, saya nyaman dengan belaian angin semilir yang hadir saat gerah singgah. Tapi saya seringkali hanya berhenti di sana. Saya tidak meneruskan kekaguman terhadap kondisi alam yang memunculkan sensasi keindahan itu kepada penciptanya. Padahal di balik penciptaan alam ini beserta kerumitan, kompleksitas, serta apa pun yang mungkin terjadi di dalamnya ada Yang Segala Maha di sana. Continue reading “Mengagumi-Nya”

Mengagumi-Nya

Mabuk Kata-kata

P_20181226_220113 (1).jpg

Ternyata begini rasanya mabuk, sensasinya aneh. Jangan bayangkan saya hilang akal sebab minum minuman terlarang. Masa mahasiswa PAI terjerumus pada yang gitu-gitu. Tidak, saya tidak sedang mabuk oleh alkohol. Saya mabuk kata-kata. Saya mungkin sedang terpilih oleh puisi untuk menuliskan mereka, membumikan mereka ke khalayak. Dan saya tentu bersyukur atas anugerah ini.

Hampir setiap hari saya membaca puisi, membaca ulasan tentang puisi, mendengarkan musikalisasi puisi, mencari tahu informasi banyak penyair yang pengalamannya berpuisi serta kiprah mereka terhadap masyarakat dan sastra amat banyak. Continue reading “Mabuk Kata-kata”

Mabuk Kata-kata

Menghasilkan Tulisan Bagus Itu Butuh Keseriusan

Benar, bahwa menulis itu gampang. Tapi menulis dengan kualitas bagus, itu yang sulit. Kalau menghasilkan tulisan-tulisan oke itu gampang, kang Eka Kurniawan mungkin enggak akan berlama-lama nyelesain novel O selama 8 tahun. Saya tidak mengatakan tulisan yang digarap dalam tempo sesingkat-singkatnya jelek lho yah. Ini soal keseriusan dan kekhusyukan saja. Continue reading “Menghasilkan Tulisan Bagus Itu Butuh Keseriusan”

Menghasilkan Tulisan Bagus Itu Butuh Keseriusan

Permintaan untuk Membicarakan Esai

Beberapa menit lalu ada salah seorang pengurus LEPPIM (UKM Penelitian di kampus saya) mengirim pesan via whatsapp. Yang bersangkutan menanyakan kesediaan saya untuk menjadi pengisi acara sharing di UKM tersebut pada hari Kamis lusa. Saya sempat ketemu dan ngobrol dengan doi waktu makan di warung nasi dekat kosan. Doi juga sesama alumnus Pelatihan Pemimpin Bangsa (PPB), tepatnya di tahun lalu. Sementara saya sendiri alumnus PPB tahun 2014. Langsung connect lah saat ketemu, kenalan, dan ngobrol teh. Continue reading “Permintaan untuk Membicarakan Esai”

Permintaan untuk Membicarakan Esai

Belajar Filsafat

P_20181202_214433.jpg

Belajar Filsafat itu menyenangkan. Apalagi buat saya yang menyenangi puisi, menguasai Filsafat akan sangat bermanfaat dalam membantu memproses banyak hal di pikiran sebagai bahan menulis puisi itu sendiri. Filsafat yang memang upaya untuk mencintai kebijaksanaan dengan instrumen akal dan cakupan objek alam semesta dan seluruh isinya ini membutuhkan kesungguhan. Dan kesungguhan ini tentu diperlukan untuk mendekati seluruh cabang ilmu sebenarnya.

Andai kita sungguh-sungguh dan mengerahkan seluruh fokus dan kemampuan dalam menekuni sesuatu, niscaya keberhasilan itu akan berdamai dengan kita. Sebagaimana pepatah Arab yang terkenal itu, man jadda wa jadaSing saha jalma anu soson-soson, tangtu bakal tinemu jeung kasuksesan.  Continue reading “Belajar Filsafat”

Belajar Filsafat